12 October 2016

culture and traditional food

Posted by Nur Afifah under: Uncategorized .

1. Makanan Khas Daerah Lamongan

Kebanyakan orang mengatakan jika makanan khas daerah Lamongan adalah soto Lamongan, saya ingin meluruskan bahwa makanan khas daerah Lamongan bukanlah soto Lamongan saja, contohnya adalah nasi boranan. Ya, nama ini sedikit aneh mungkin di kalangan masyarakat awam, tapi bagi warga Lamongan, nasi boranan merupakan makanan yang meggugah selera, kebanyakan warga Lamongan menyantap makanan ini saat pagi atau malam hari, rasanya yang gurih dan pedas, membuat penikmat nasi ini merasa ketagihan dan ingin makan lagi.

Kata boranan sendiri berasal dari nama tempat nasi ( terbuat dari anyaman bambu) yang di gendong dengan selendang pada punggung. Nasi boranan terdiri atas nasi, bumbu, lauk, dan rempeyek. lauk yang di tawarkan oleh pedagang nasi boranan ini bervariasi, antara lain ikan sili, telur dadar, jeroan, tahu, tempe, telur asin, jeroan dan masih banyak lagi. Harga dari nasi boranan ini terbilang cukup murah, yaitu sekitar Rp.7.000 – 12.000.
Selain nasi boranan, Kabupaten Lamongan juga memiliki minuman khas yakni Es Bathil. Jangan hubungkan minuman satu ini dengan makna negatif, karena minuman yang satu ini bisa menghilangkan dahaga anda. es bathil ini berasal dari Desa Bulu Brangsi, Lamongan.

Bathil merupakan makanan yang mirip dengan roti, terbuat dari tepung beras dan ragi, rasanya hampir menyerupai kue apem namun sedikit asam. Dalam satu mangkuk es Bathil terdapat buah siwalan, kacang hijau, dawet hijau, agar-agar, bathil, lalu di campur dengan gula merah aren cair, santan, serta es batu, dengan harga Rp. 4000.
2. Kebudayaan Daerah Lamongan
 
Lamongan memiliki kebudayaan yang beragam. Warganya dikenal memiliki etos yang tinggi, pekerja keras, dan tidak mudah menyerah. Kota Lamongan memiliki banyak tari tradisional, diantaranya adalah tari boran, tari mayang madu, tari turonggo solah, tari caping ngancak, tari silir-silir, dan tari sinau. Disini saya akan memberi sedikit informasi tentang Tari Mayang Madu. Tari Mayang Madu menceritakan tentang perjalanan Wali Songo yang menyebarkan agama islam di pulau Jawa, khususnya daerah Lamongan yaitu Sunan Drajat. Lewat gamelan Singo Mengkok, Raden Qosim atau Sunan Drajat menyebarkan agama islam melalui kesenian. maka dari itu, tarian ini diiringi dengan musik gamelan Singo Mengkok dengan ditampilkan oleh kelompok, perorangan, maupun massal.
Demikian beberapa ulasan tentang budaya dan juga makanan khas daerah saya (Lamongan) yang bisa saya sampaikan. Terimakasih 🙂

Leave a Reply

Recent Posts

Meta

Recent Comments

    Archives

    Categories

    Links

    October 2016
    M T W T F S S
         
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31